Berita Terbaru

Teknologi Pustekbang

Kegiatan Pustekbang


Maritim Surveillance System (MSS)
Ada beberapa isu utama terkait dengan pengembangan pesawat tanpa awak di Indonesia, diantaranya adalah Program pesawat tanpa awak dengan target output berupa UAV kelas Medium Altitude Long Endurance (MALE), isu nasional lain adalah terkait regulasi  pesawat udara tanpa Awak di Indonesia, kemudian isu strategis lain adalah berupa dampak antisipasi atas regulasi UAV, dimana ketika wahana ini menjadi wahana public, maka muncul regulasi-regulasi yang berdampak pada kebutuhan teknologi seperti: collision avoidance, system komunikasi, weather forecast, dll , isu penutup yang mempengaruhi program pengembangan UAV, khususnya di Pustekbang adalah terkait program pembangunan maritime yang sudah menjadi isu utama pembangunan nasional dan mesti didukung oleh Kementrian dan lembaga. Dari berbagai isu tersebut maka dibuatlah program besar yang memayungi semua isu strategis tersebut, program tersebut adalah Maritime Surveillance System (MSS) berbasis UAV/LSU.

Pengembangan program ini intinya adalah mengintegrasikan UAV dan LSA yang ada menjadi system pemantauan selat dan maritime, System ini lebih mengedepankan konsep integrasi antara LSU dan LSA, System pemantauan dan Komunikasi.  Dengan integrasi ini, sistem pemantauan dapat lebih efektif cepat dan real time dengan coverage yang cukup untuk mengatasi daerah selat dan laut yang cukup rawan dengan kejahatan kemaritiman seperti illegal fishing misalnya.



Gambar 1. Pesawat UAV MALE dengan mengkonversi Pesawat Ringan 2 Penumpang,
salah satu komponen system pemantauan

 

Gambar 2. varian Pesawat Tanpa awak, beberapa elemen dari sistem pemantauan
 
    Dua elemen aircraft tersebut di atas akan menjadi tulang punggung program MSS. meskipun, dua system aircraft tersebut masih ditingkatkan kemampuan nya khususnya varian LSU, baik LSU-02, LSU-03 ataupun LSU-05 begitu juga dengan program LSA-02. Selama dalam pengembangan, LSU-02 dan LSU-03  juga diaplikasikan untuk operasi pemetaan dengan resolusi tinggi - untuk menguji system payload - bagi kepentingan validasi data remote sensing, mendukung operasi mitigasi bencana serta untuk dukungan pertahanan dan keamanan.

    Dalam proses pengembangan MSS, pengembangan nya meliputi:
(1) pengembangan aircraft ( LSU dan LSA ) beserta regulasi nya, (2) pengembangan system pemantauan, (3) pengembangan system komunikasi, (4) pengembangan system payload, di mana semua nya dilakukan secara bertahap.

Tentu tidak mudah dan memerlukan waktu untuk mencapai hal tersebut di atas, maka diperlukan strategi antara menuju MSS yang sesungguhnya, strategi antara tersebut digambarkan sbb :
     

Gambar 3. Program pengembangan sistem pemantauan maritim berbasis teknologi UAV & LSA

Tahapan di atas, dilakukan sekaligus menjalankan amanah yang tertulis di renstra 2015-2019, dimana sudah ada uji coba awal pemantauan maritime berbasis UAV.

Dalam perkembangannya, skema gambar 1.22, harus diujudkan ke dalam skenario misi operasi lapangan yang riel dan sederhna sebagai tahapan awal untuk pembelajaran dalam rangka mewujudkan system pemantauan ini. Skenario tersebut dimulai dari misi bantuan validasi, menciptakan effect deterent, serta mengurangi biaya operasi pemantauan dengan menggunakan UAV sebagai alat surveillance.

Secara sederhana dapat dinarasikan sebagai berikut : LSU akan terbang dari sebuah kapal KKP, yang posisi nya sudah mendekat ke sekumpulan object kapal yang diduga melakukan illegal fishing. LSU akan melakukan operasi pemotretan/perekaman data yang bisa dikirimkan atau dibawa ke kapal, dengan data tersebut, Kapal KKP dapat menuju sasaran yang lebih pasti, hal ini tentu akan mengurangi biaya operasi karena lebih efektif. Skenario tersebut digambarkan sebagai berikut :  
 

Gambar 4. Tahapan Misi Pemantauan dengan Kementrian Kelautan Perikanan

Tahapan misi tersebut akan menguji baik kemampuan aircraft, system komunikasi, payload dan system pemantauan secara umum. Jika parsial misi ini berhasil, maka akan dianjutkan ke misi yang lebih terintegrasi dengan melibatkan kekuatan LSA, LSU dan juga LSU Solar, seperti yang tergambar dalam ide awal pengembangan MSS.

Kelak jika sudah tercapai teknologi nya maka operasi yang akan dilakukan system ini adalah daerah-daerah rawan sbb :
 

Gambar 5. Beberapa Daerah Rawan Pencurian Ikan yang akan menjadi Target Operasi Sistem Pemantauan berbasis pesawat tanpa awak

Dengan berbasis pada 2 program besar yaitu Program pengembangan Pesawat Transport Nasional dan Program pengembangan Maritime Surveillance System (Pemantauan Maritim berbasis teknologi UAV berbasis pada LSU Family dan LSA), Pustekbang akan membangun SDM, fasilitas, kerjasama untuk mewujudkan Pustekbang yang maju, mandiri dan mempunyai kontribusi baik dalam pembangunan secara riil maupun dalam ilmu pengetahuan khususnya teknologi penerbangan.


Kontak kami :
Pusat Teknologi Penerbangan
Jl. Raya LAPAN Rumpin Bogor Jawa Barat
Telepon (021) 75790383 Fax. 75790383

 
my widget for counting
Visitors
© 2017 - Pusat Teknologi Penerbangan