Berita Terbaru

Teknologi Pustekbang

Kegiatan Pustekbang


Berlandaskan Kebersamaan, Budaya Kerja Baru di Lingkungan Peneliti dan Perekayasa LAPAN
Penulis Berita : Humas/And, Diseminasi Pustekbang • Fotografer : PPES • 08 May 2017 • Dibaca : 454 x ,

Kepala LAPAN melakukan dialog program dengan peneliti dan perekayasa sebagai rangkaian pelaksanaan Reformasi Birokrasi LAPAN. Kunjungan kerja ke Pusat Teknologi Penerbangan dilakukan setelah kunjungan ke Pustekroket, Bogor, Jawa Barat, Senin (8/5).

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menyampaikan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk membangun budaya kerja baru bagi peneliti dan perekayasa yang berlandaskan kebersamaan.

“Saya menghendaki, pelaksanaan Reformasi Birokrasi di LAPAN harus didukung dengan tata kelola organisasi yang baik. Maka komunikasi antar peneliti dan perekayasa harus terbangun untuk melahirkan sinergitas yang bisa mendorong tercapainya program utama LAPAN,” jelasnya. Selama ini, sudah terbiasa rasanya, terdengar adanya dikotomi di berbagai hal. Hal tersebut terjadi misalnya antara pejabat struktural dan fungsional, ataupun antar fungsional itu sendiri.

“Di LAPAN terdapat banyak pusat yang mempunyai gaya sendiri-sendiri. Namun semua berorientasi pada pelayanan publik,” jelasnya. Maka, dengan dialog terbuka ini, ia ingin menghilangkan ‘sekat-sekat’ tersebut. Sehingga antar unit saling mengisi, bersama-sama membangun suatu kegiatan untuk mencapai program yang direncanakan.

Dari pertemuan tersebut, ide dan gagasan yang muncul bisa dijadikan pandangan untuk memperbaiki kekurangan yang ada di LAPAN. Berbicara mengenai pusat unggulan, LAPAN harus mengantongi kriteria yang berbasis pada kompetensi dan layanan informasi.

Pada prinsipnya, lanjut Kepala LAPAN, banyak pihak yang menggunakan layanan produk LAPAN. Maka, ia menginginkan, para peneliti dan perekayasa LAPAN dapat menunjukkan potensinya sebagai SDM unggul dengan produk teknologi unggulannya.

“Dari situ akan muncul paten untuk produk litbangyasa LAPAN. Muncul pula para ahli sesuai dengan bidang kepakarannya,” imbuhnya. Sebagaimana ia contohkan, mereka bisa menjadi pengajar di lingkungan perguruan tinggi atau pengedukasi bagi masyarakat.

Saat ini, LAPAN mempunyai keterbatasan SDM dan anggaran. Padahal, anggaran LAPAN, dijelaskannya, mulai berbasiskan program.

Menurutnya, program nasional adalah prioritas nasional. Sementara prioritas nasional ini menjadi bagian tugas Kementerian. Untuk lembaga seperti LAPAN, sifatnya hanya sebagai supporting unit. Nantinya, LAPAN menjabarkannya ke dalam prioritas kegiatan.

Hal itu menjadi tantangan LAPAN secara nasional agar hasil produk teknologi LAPAN dapat memberikan manfaat. Untuk memantapkan itu, LAPAN memanfaatkan peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Maka, ia mengarahkan, agar para peneliti dan perekayasa aktif dalam mengajukan proposal, berisi terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kinerja dan produk yang dihasilkan.

Sebagai pembuka acara dialog, Kepala LAPAN memberi kesempatan kepada Kepala Satker untuk memaparkan kondisi SDM dan permasalahan yang sedang dihadapinya.

Kepala Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang), Gunawan S. Prabowo menyampaikan, untuk mencapai produk riset penerbangan, SDM Pustekbang berbasiskan perekayasaan. Kondisi ini untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada. Hal tersebut untuk mendorong program utama Pustekbang dalam upaya pengembangan pesawat transportasi dan pesawat tanpa awak.

Kepala LAPAN menanggapi, jika saat ini belum bisa mencapai visi dan misi secara ideal, maka Pustekbang harus bisa mengerahkan seluruh kemampuan yang ada secara optimal. Termasuk pemetaan SDM sangat menentukan dalam upaya peningkatan capaian program secara bertahap.”

Di akhir acara, Kepala Biro Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Umum, Christianus R. Dewanto menyampaikan paparan tentang Peraturan Kepala LAPAN Nomor 13 Tahun 2016 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) di lingkungan LAPAN. KCKR ini sangat bermanfaat agar dokumentasi peneliti dan perekayasa terekam dengan baik.

Keberadaan peraturan tersebut berangkat dari pemikiran banyaknya lokal konten sebagai dokumen penting milik LAPAN. Namun keberadaannya belum tersimpan dalam satu sistem yang dikelola dengan baik. “Lokal konten merupakan aset intelektual institusi, dalam hal ini LAPAN,” jelasnya.

Maka, ia mengajak agar seluruh unit di LAPAN ikut berpartisipasi menyukseskan program KCKR. “Sulitnya mencari koleksi hasil litbangyasa bisa menghambat proses peningkatan riset di LAPAN. Sebab, dokumentasi sangat penting untuk menjalin kesinambungan program dan pelaksanaan kegiatan,” imbuhnya.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Utama, I.L. Arisdiyo, Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti, Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Hukum, Ani Retnowati, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Henny Setyaningsih, dan Kepala Bagian Sumber Daya Manusia, Triyadi.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Teknologi Penerbangan
Jl. Raya LAPAN Rumpin Bogor Jawa Barat
Telepon (021) 75790383 Fax. 75790383

 
my widget for counting
Visitors
© 2017 - Pusat Teknologi Penerbangan