Berita Terbaru

Teknologi Pustekbang

Kegiatan Pustekbang


PRODUK LITBANGYASA PUSTEKBANG TAMPIL DALAM PAMERAN HARI TANPA BAYANGAN DI TUGU KHATULISTIWA PONTIANAK
Penulis Berita : TriWid • Fotografer : TriWid • 22 Sep 2018 • Dibaca : 57 x ,

Bertempat di lokasi Tugu Khatulistiwa Pontianak, Sabtu (22/09) Dr. Syarif Kamaruzaman, selaku Plh. Sekda yang mewakili Gubernur Kalimantan Barat, membuka secara resmi acara detik-detik Kulminasi Matahari pada peringatan Hari Tanpa Bayangan (Kulminasi Matahari).

Rangkaian peringatan kedua Hari Tanpa Bayangan yang berlangsung dari tanggal 19-23 September 2018 ini diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti edukasi antariksa, atraksi seni dan budaya, kerajinan tangan, serta sajian aneka kuliner asli Pontianak.

Hari tanpa bayangan ini terjadi dikarenakan posisi matahari akan berada tepat di atas equator atau khatulistiwa, yaitu pada tanggal 22 September 2018. Hal ini menjadi fenomena yang menarik bagi Indonesia, khususnya kota Pontianak yang terletak di garis khatulistiwa/equator. Kejadian seperti ini berlangsung dua kali dalam setahun, setelah sebelumnya terjadi pada tanggal 21-23 Maret 2018.

LAPAN yang dimotori oleh Biro Kerjasama Humas dan Umum, dan didukung oleh Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosphere (BPAA) Pontianak, Pusat Sains dan Antariksa serta Pusat Teknologi Penerbangan, ikut ambil bagian dalam event kegiatan ini. Gelaran produk litbangyasa yang ditampilkan LAPAN meliputi empat kompetensi utamanya, yaitu bidang sains antariksa dan atmosfer, penginderaan jauh, teknologi penerbangan dan antariksa, serta kajian kebijakan penerbangan dan antariksa. Pusat Teknologi Penerbangan dalam event ini menampilkan replika pesawat N219 dan prototype pesawat tanpa awak varian LSU-02 NGLD.

Pesawat N219 dengan nama “Nurtanio” ini merupakan hasil kerjasama LAPAN dengan PT. Dirgantara Indonesia sejak tahun 2011. Pesawat ini merupakan pesawat bermesin dua yang memiliki kapasitas angkut penumpang 19 orang. Pesawat ini mampun take off dan landing di landasan yang pendek (STOL) kurang dari 800 m. Pesawat ini diproyeksikan untuk menjadi moda transportasi perintis antar pulau terpencil di Indonesia. Sehingga kedepannya diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah terpencil dan perbatasan melalui sarana transportasi udara. Saat ini pesawat N219 Nurtanio masih dalam proses sertifikasi dan diharapkan pada 2019 sudah mulai diproduksi.

Sedangkan pesawat LSU-02 NGLD ini merupakan pengembangan dari varian pesawat tanpa awak LSU-02 yang dirancang untuk mengakomodir misi pemantauan kapal pencuri ikan (illegal fishing) dan pemetaan lahan melalui udara pada area berpenduduk. Pesawat ini dirancang apat take-off dengan menggunakan catapult launcher system serta dapat mendarat dengan menggunakan recovery parachute dan airpad system, sehingga tidak memerlukan landasan dalam pengoperasiannya.

Sementara dari Pusat Teknologi Satelit menampilkan replika satelit LAPAN A3/IPB dan hasil citra satelit, kemudian dari Pusat Sains dan Antariksa menampilkan infografi rencana pembangunan Observatorium Nasional di Gunung Timau, NTT. Selain itu LAPAN juga menampilkan beberapa pertunjukan edukasinya, seperti mini planetarium, teleskop matahari, serta pembuatan dan peluncuran roket air.

Antusiasme pengunjung yang menghadiri acara ini sangat luar biasa. Mereka tidak hanya berasal dari masyarakat kota Pontianak saja, yang meliputi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, namun juga pengunjung dari luar propinsi, dan luar negeri. Seperti kunjungan rombongan guru geografi dari Jawa Timur, dan juga wisatawan asing dari Malaysia dan German. Mereka menyempatkan untuk menyambangi stand LAPAN, dan mengekspresikan ketertarikan dan apresiasi mereka terhadap produk teknologi yang dipamerkan dengan berselfie bersama pesawat LSU-02 NGLD, replika pesawat N219 dan Satelit LAPAN A3.

Melalui keikutsertaan LAPAN dalam event tahunan ini, Ir. Jasyanto, MM, selaku Kabag Humas LAPAN, berharap selain dapat lebih memperkenalkan Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosphere (BPAA) LAPAN Pontianak, khususnya kepada generasi muda agar tertarik dan mencintai ilmu penerbangan dan antariksa serta suatu saat dapat berkontribusi untuk ikut membesarkan LAPAN. Namun disamping itu juga diharapkan semakin membuka peluang dan potensi wisata kota Pontianak melalui wisata edukasi Hari Tanpa Bayangan yang dikelola secara lebih optimal oleh Pemko Pontianak dan Pemprov. Kalimantan Barat. (TW)

Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Teknologi Penerbangan
Jl. Raya LAPAN Rumpin Bogor Jawa Barat
Telepon (021) 75790383 Fax. 75790383

 
my widget for counting
Visitors
© 2017 - Pusat Teknologi Penerbangan