Berita Terbaru

Teknologi Pustekbang

Kegiatan Pustekbang


KEPALA LAPAN SOSIALISASIKAN RENSTRA DAN PROGRAM LAPAN DI PUSTEKBANG RUMPIN
Penulis Berita : TriWid • Fotografer : TriWid • 08 Jan 2019 • Dibaca : 302 x ,

Mengawali program kerja 2019, bertempat di Aula Garuda Pusat Teknologi Penerbangan Rumpin pada Selasa (08/01) Kepala LAPAN, Prof. Thomas Jamalludin Sosialisasikan Renstra dan Program LAPAN.

Sosialisasi yang dihadiri oleh seluruh pejabat struktural, pejabat fungsional dan PPNPN di lingkungan Pustekbang ini diawali dengan sambutan pengantar oleh Deputi Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti. Dalam pembukaan sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Pustekbang yang telah berhasil meraih status penetapan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Desain Pesawat Udara dari Kemenristekdikti dengan perolehan nilai sempurna. Namun capaian emas tersebut bukanlah akhir dari sebuah proses, namun justru menjadi starting point bagi Pustekbang untuk menunjukkan bukti keunggulannya sebagai Pusat Unggulan Iptek di bidang Desain Pesawat Udara.

Dalam sesi berikutnya, Kapustekbang, Drs. Gunawan S. Prabowo, MT memaparkan mengenai capaian program Pustekbang tahun 2018 dan rencana program kerja Pustekbang tahun 2019.

Dalam paparan program 2018, beliau sampaikan beberapa status capaian yang telah berhasil dilakukan, yaitu program N219, Maritime Surveillance System serta capaian Pustekbang yang telah berhasil ditetapkan sebagai PUI Desain Pesawat Udara dengan nilai optimal. Melalui capaian tersebut, beliau berharap ke depannya Pustekbang sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai Aero Techno Park.

Kemudian, pada paparan program kerja 2019, Kapustekbang paparkan beberapa program kegiatan yang akan dilakukan yaitu : program Maritime Surveillance System (MSS) yang meliputi litbangyasa LSU dan LSA, program Pesawat Transport yang meliputi Type Certificate N219, N219 Amphibi, Fasilitas, Kelaikan dan Sertifikasi, program Disseminating Capacity yang meliputi PUI, Kerjasama, Humas dan Layanan Teknologi serta program Absortive Capacity yang meliputi urusan umum, keuangan dan pengembangan SDM.

Selanjutnya, dalam starting paparan sosialisasi oleh Kepala LAPAN, beliau sampaikan 3 point penting yang kemudian disambut gempita oleh hadirin, yaitu pertama, apresiasi terhadap capaian Pustekbang sebagai PUI, kedua, terkait kenaikan tunjangan kinerja dan ketiga, khabar baik mengenai akan segera diprosesnya rapelan tunjangan kinerja.

Dalam paparan Renstra 2015-2019, dengan Visinya untuk mewujudkan LAPAN sebagai Pusat Unggulan, Kepala LAPAN sampaikan optimismenya, bahwa dari 7 program utama LAPAN, 5 sudah ditetapkan sebagai PUI, 2 lagi telah dibina, yaitu Pustekroket dan Pussainsa. Beliaupun menargetkan pada tahun 2019 sebagai akhir Renstra 2015-2019, kedua kepusatan tersebut akan ditetapkan sebagai Pusat Unggulan, sehingga Visi untuk menjadi Pusat Unggulan Insha Allah akan tercapai.

“Ketika visi ini ditetapkan pada awal 2015, kita juga masih ragu, apakah kita bisa mencapainya. Karena waktu itu kita menganggap persyaratan yang ditetapkan oleh Ristekdikti berkaitan dengan PUI dirasakan berat sekali” ujar beliau. Maka pada saat itu saya membuat definisi yang sederhana saja, “mari kita membangun Pusat unggulan dengan dua ciri, yaitu unggul dari segi kompetensi dan unggul dari segi pelayanan, sesuai yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti”. Jelas beliau dengan optimisnya.

Menurut beliau visi tersebut bukan misi kosong, tetapi visi yang harus dapat dilaksanakan. Untuk penjabaran visi tersebut, kita menggunakan metode manajemen kinerja yaitu dengan Balance Score Card (BSC). BSC menjabarkan Visi menjadi Sasaran Strategis sampai ke Indikator Kinerja dan Rencana Aksinya. Jadi kalau sebelumnya kita melihat sebuah kinerja dari ujungnya saja. Kalau di perusahaan, melihat pada untungnya saja, sementara kalau di instansi pemerintah biasanya hanya melihat pada pelayanan apa yang bisa diberikan. Namun dalam Balance Score Card kinerja itu dilihat dari 4 perspektif yang memiliki kesetaraan dan sama pentingnya. Pertama, perspektif learning and growth, yaitu pembelajaran dan pertumbuhan. Satu organisasi perlu itu, terkait dengan pengelolaan anggaran, pengelolaan sdm dan pengelolaan fasilitas, itu di learning and growth. Disitu terdapat beberapa sasaran-sasaran strategis yang dijabarkan sampai dengan indikator kinerja masing-masing individu.

Berikutnya diatasnya, terdapat perspektif proses internal. Sebagai lembaga litbang, maka proses internalnya lebih banyak pada penelitian dan kerekayasaan. Jadi di dalamnya para peneliti, perekayasa dan teknisi litkayasa dan fungsional-fungsional terkait menjalankan tugas fungsinya sesuai dengan indikator kinerja dan target-targetnya. Kemudian di atasnya ada perspektif customer. Jadi hasil yang kita lakukan kita berikan pada customer-customer kita terutama pemerintah dan masyarakat ilmiah, yang meliputi publikasi dan patent. Kemudian di atasnya lagi perspektif stake holder, pihak-pihak yang terkait, selain dengan pemerintah, juga industri, perguruan tinggi dan semua yang terkait.

Dari BSC tersebut kemudian disusun Peta Strategis, yaitu bagaimana keterkaitan sasaran-sasaran strategis tersebut mulai dari learning and growth, internal proces, customer perspektif sampai dengan stake holder perspektif, semuanya saling terkait. LAPAN ingin menjadi Pusat Unggulan, mestinya bisa mendukung kemandirian nasional di bidang Iptek Penerbangan dan Antariksa. Dua kunci yang di atas ini nantinya akan menjadi kinerja lembaga dan unit kerja. Produk teknologi seperti apa yang dihasilkan, prototipe apa yang dihasilkan, publikasi berapa banyak, patent berapa banyak, kemudian termasuk memberikan layanan kepada berapa instansi, kemudian indek kepuasan masyarakat itu seperti apa, itu di indikatornya. Dan di dalam renstra sudah ditetapkan Indikator Kinerja Utama, itu dari tingkat LAPAN, Eselon I, Eselon 2 itu nanti akan dicascading atau diturunkan menjadi IKU yang harus dilakukan oleh pejabat struktural. IKU ini dijabarkan lagi menjadi Indikator Kinerja Individu untuk semua pegawai. Selama 5 tahun Renstra ini dilaksanakan dengan target-target tahunan, maka ada rencana kerja tahunan (renja). Pebruari biasanya sudah dibuat untuk menjadi rencana kerja tahun berikutnya. Dari renja itu kemudian diusulkan Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL). Kemudian proses pembahasan, sampai nanti Desember ditetapkan Data Isian Program dan Anggaran (DIPA). Setelah anggaran keluar, maka renjanya mulai ditetapkan menjadi Penetapan Kinerja (PK). Kalau Pejabat Struktural PK nya didasarkan pada IKU unit kerjanya. Kalau pejabat fungsional PK nya didasarkan pada IKI. Untuk itu tahun ini PK harus dilakukan oleh semua pegawai. Apabila ada pegawai yang tidak membuat penetapan kinerja, dan tidak dijabarkan pada rencana aksi tiap bulannya, maka konsekuensinya tunjangan kinerjanya akan dipotong 100%. PK itu kemudian dijabarkan menjadi SKP dan Renaksi bulanan.

Terkait dengan Renstra 2020-2024, beliau sampaikan starting pointnya dari capaian Renstra 2015-2019. “Kita sudah mempunyai visi sebagai pusat unggulan, alhamdulilah tanda tandanya sudah tercapai. Maka tinggal bagaimana menindaklanjutinya. Setelah jadi pusat unggulan, mestinya ada produk-produk dan layanan yang lebih baik daripada sebelumnya. Ada standar ISO dan standar standar lainnya. Kemudian apabila ada lab, maka lab tersebut harus diakreditasi sehingga mempunyai registrasi pranata litbang. Setelah menjadi PUI, maka nanti kemudian yang dituntut adalah tindak lanjutnya”, tegas Kepala LAPAN. Beliau telah membuat rancangan, bahwa setelah LAPAN mempunyai visi sebagai pusat unggulan, maka berikutnya LAPAN ini harus menjadi penggerak industri penerbangan dan antariksa berbasis litbang yang unggul. Jadi harus sebagai penggerak, artinya LAPAN harus bisa menghasilkan produk-produk teknologi yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh industri, baik industri besar yang sudah mapan seperti PTDI, atau industri-industri yang baru muncul atau startup startup atau disebut sebagai pengusaha pemula berbasis teknologi.

Selesai paparan Kepala LAPAN dilanjut dengan paparan Sestama, Prof. Ir. Erna Adiningsih mengenai pelaksanaan Reformasi Birokrasi LAPAN. Beliau mengajak seluruh pegawai Pustekbang untuk bersama-sama berperan aktif dalam melaksanakan reformasi birokrasi di Pustekbang sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Hal ini perlu terus dilakukan guna lebih meningkatkan lagi capaian nilai Indek Reformasi Birokrasi LAPAN. Dengan kenaikan nilai Indeks Reformasi Birokrasi LAPAN diharapkan akan dapat terus meningkatkan prosentase tunjangan kinerja pegawai, yang saat ini telah mencapai 80%.

Selesai paparan Sestama, dilanjutkan dengan acara penandatanganan Penetapan Kinerja oleh Kapustekbang dan Deteknologi yang disaksikan oleh Kepala LAPAN dan Sestama.

Selanjutnya, dilakukan acara sesi tanya jawab antara Kepala LAPAN dengan para pegawai. Adapun materi pertanyaannya bervariasi seputar program beasiswa sampai dengan bagaimana nasib PPNPN dan prospeknya untuk menjadi PPPK. Dan sebagai akhir acara, dilakukan sesi foto bersama Kepala LAPAN dengan seluruh pegawai Pustekbang. (tw)



Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Teknologi Penerbangan
Jl. Raya LAPAN Rumpin Bogor Jawa Barat
Telepon (021) 75790383 Fax. 75790383

 
my widget for counting
Visitors
© 2017 - Pusat Teknologi Penerbangan