Berita Terbaru

Teknologi Pustekbang

Kegiatan Pustekbang


LAPAN DORONG STANDARISASI SISTEM DAN TEKNOLOGI PESAWAT TANPA AWAK DI INDONESIA
Penulis Berita : TriWid • Fotografer : TriWid • 10 Sep 2019 • Dibaca : 115 x ,

Guna memberikan pemahaman tentang standar desain, produksi, manufaktur, perawatan, Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), dan mendorong terwujudnya standarisasi sistem dan teknologi pesawat tanpa awak di Indonesia, pada Selasa (10/09/019) Pusat Unggulan Iptek (PUI) Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN bersama Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak (ASTTA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Auditorium LAPAN Jakarta dengan menghadirkan empat pembicara yang berasal dari LAPAN, ASTTA, Kemenhub dan BIG.

Kegiatan FGD yang dibuka oleh Sekretaris Utama LAPAN, Prof. Dr. Ir. Erna Adiningsih mewakili Kepala LAPAN ini dihadiri oleh para undangan yang mewakili para pemangku kepentingan dibidang pengembangan sistem dan teknologi, regulator, industri dan pengguna teknologi pesawat tanpa awak di Indonesia.

Dalam sambutannya, Sestama LAPAN menyampaikan bahwa sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Pemerintah telah mengamanatkan tentang perlunya penyediaan data spasial yang murah, cepat dan akurat. Hal tersebut sejalan dengan Renstra LAPAN 2020-2024 yaitu membangun sistem teknologi penerbangan dan antariksa menjadi penggerak dan pendorong sektor pembangunan dan perekonomian nasional. “Saat ini penggunaan UAV tidak hanya sebagai hobby saja, tetapi menjadi sebuah teknologi yang memberikan solusi,” ujarnya.

Untuk itu beliau berharap, “Semoga dengan FGD ini proses standarisasi dapat dirumuskan dengan baik untuk memberikan masukan kepada pemerintah. Jadi tidak sekedar laporan, namun dapat ditindaklanjuti,” jelasnya menutup arahan pembukanya.

Pada sesi pertama, pembicara dari LAPAN, yaitu Kepala Pusat Inovasi dan Standar Penerbangan dan Antariksa, Ir. Yuliantini Erowati, M.Si., memaparkan materi tentang Penyiapan Infrastruktur Mutu Produk Penerbangan dan Antariksa. Beliau menyampaikan Visi PUSISPAN sebagai pusat unggulan dalam pelaksanaan inovasi dan standar penerbangan dan antariksa untuk mendorong peningkatan daya saing dan kualitas produk litbangyasa penerbangan dan antariksa. Beliau memaparkan tentang persiapan lembaga sertifikasi untuk produk-produk teknologi tanpa awak agar terjaga keamanan ruang udara di Indonesia, keselamatan operasi penerbangan, dan meningkatkan daya saing produk lokal dimana para pelaku industri lokal dapat mengembangkan produknya dengan tepat.

Pada sesi kedua, Doni Rianto, pembicara dari Asosiasi Sistem & Teknologi Tanpa Awak (ASTTA) memaparkan mengenai Visi ASTTA untuk menjadi organisasi yang mendukung, melindungi, memasyarakatkan perkembangan sistem tanpa awak di Indonesia, menuju partisipasi aktif di tingkat internasional. Untuk merealisasikan visi tersebut, ASTTA mempunyai misi bersama komunitas dan industri pengembang pembuat UAV (UAV developer and maker) Indonesia untuk bersatu, maju. Bersama ASTTA Doni Rianto mengharapkan para anggotanya nanti akan mendapatkan informasi yang baku dalam melakukan pengembangan dan memproduksi UAV agar nantinya mudah disertifikasi oleh badan yang terkait, dan mampu bersaing sehat, aman dan menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. Oleh karena itu Dony menyampaikan hal yang paling penting adalah merancang penyusunan Standar Produk Manufaktur (SPM). ASTTA bersama berbagai pihak akan membuat SPM secara bertahap sesuai kemampuan lokal saat ini dan akan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan kemampuan para anggota dan persyaratan keamanan penerbangan nasional.

Pada sesi ketiga, Pembicara dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kementerian Perhubungan RI, Agus Bakhtiar, memaparkan materi tentang Ketentuan Pengoperasian dan Standar Perawatan Pesawat Udara Tanpa Awak. Beliau menjelaskan tugas DKUPPU dalam melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta evaluasi dan pelaporan di bidang kelaikan udara dan pengoperasian pesawat udara termasuk pesawat tanpa awak.

Selanjutnya pada sesi keempat, Kepala Pusat Standarisasi Kelembagaan dan Inovasi Geospasial (PSKIG) Badan Informasi Geospasial (BIG), Dr. Suprajoko menyampaikan materi tentang Standar NSPK untuk Foto Udara Menggunakan UAV. Beliau menyampaikan saat ini teknologi pesawat tanpa awak sudah banyak dimanfaatkan dalam proses pengambilan foto udara sebagai sumber data pemetaan. Akan tetapi, pengaturan teknologi ini dalam bidang pemetaan masih belum ada acuan yang disepakati secara nasional. Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan mengajukan rancangan NSPK, dan akan melakukan review sebelum menjadi SNI (Standar Nasional Indonesia) atau aturan baku pemetaan nantinya.

Antusiasme para peserta dalam FGD ini sangat tinggi. Hal ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan masukan yang disampaikan oleh para peserta kepada para pemateri terkait standarisasi dan regulasi pengoperasian serta pengembangan produksi UAV di Indonesia. Mereka berharap, hasil dari FGD ini dapat dibahas dan didetailkan kembali dalam agenda working group berikutnya.

Pada arahan penutup, Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menegaskan kembali mengenai kewajiban LAPAN untuk mengembangkan standarisasi teknologi dan sistem pesawat tanpa awak dengan mengikuti sejumlah regulasi penerbangan yang berlaku. Selain itu LAPAN juga akan mendorong kegiatan komersialisasi keantariksaan dan aeronautika, khususnya pesawat tanpa awak. Untuk itu LAPAN akan mengawal pembentukan dan  pengembangan Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak ini, dengan harapan kedepannya mampu memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan ekonomi nasional. (trw)

Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Teknologi Penerbangan
Jl. Raya LAPAN Rumpin Bogor Jawa Barat
Telepon (021) 75790383 Fax. 75790383

 
my widget for counting
Visitors
© 2017 - Pusat Teknologi Penerbangan