Kunjungan Mahasiswa ATMI Cikarang di Pustekbang LAPAN
By admin, 08 Dec 2017
Sejumlah 102 Mahasiswa didampingi 3 dosen pembimbing Prodi Mesin Industri, ATMI Cikarang mengadakan study tour bertema “industria in futurum” (industri di masa depan) ke Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Bogor, Jumat (08/12).

Di Auditorium Garuda Pustekbang, rombongan diterima oleh Kasubag TU dan SDM, Sunar. Beliau menyambut baik kedatangan mahasiswa dan dosen. Acara dibuka dengan penjelasan tentang LAPAN beserta hasil risetnya. Beliau berharap, agar kunjungan ini dapat memberi gambaran terkait perkembangan riset pesawat terbang di Indonesia. "Kami berharap agar mahasiswa/wi dapat memanfaatkan waktu kunjungan dengan sebaiknya dan tetap bersemangat dalam menuntut ilmu", pesan Kasubag TU.

Senada dengan Kasubag TU dan SDM, Perwakilan universitas, Bernardin Bentara menjelaskan maksud dan tujuan study tour ini yaitu dimaksudkan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman secara langsung di dunia kerja yang mustahil didapatkan di dalam kelas. Melalui study tour ini diharapkan menambah wawasan mahasiswa tentang keadaan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang ada di dunia industri saat ini, sehingga para mahasiswa bisa lebih mempersiapkan diri ketika memasuki dunia kerja.

Pada sesi presentasi, para siswa memperoleh pemaparan materi dari Perekayasa LAPAN, Aryandi Marta. Pada sesi ini Ary memaparkan profile Pusat Teknologi Penerbangan serta program litbangyasa yang sedang dikembangkan oleh Pustekbang, yang meliputi program litbang pesawat berawak N219, LSA, serta pesawat tanpa awak LSU.

Mahasiswa terlihat antusias menyimak presentasi yang disampaikan, berbagai pertanyaan terkait teknologi penerbangan menyemarakkan sesi presentasi kali ini.

Usai sesi presentasi, dilanjutkan dengan sesi kunjungan lapangan. Dibagi menjadi 2 kelompok oleh pemandu lapangan, secara bergantian mahasiswa diarahkan menuju Lab. Aerodinamika dan Lab. Aerostruktur - Lab. Manufaktur. Para engineer yang bertugas memandu dalam kunjungan ini, antara lain: Nathanael M, Aryandi Marta, dan Dudi Targani.