“Go International” ISAST III LAPAN
By admin, 29 Oct 2015
LAPAN sukses menggelar International Seminar on Aerospace Science and Technology (ISAST) yang ke III. Kesuksessan kegiatan ISAST di Bali untuk kali pertama ini menandakan bahwa ISAST sudah mulai go international. Seminar internasional ini merupakan perluasan dari Seminar Nasional Iptek Dirgantara (Siptekgan).

Mengambil Tema “Pengembangan Teknologi Penerbangan dan Antariksa dalam Mendukung Pemantauan Maritim", seminar ini mempresentasikan 31 makalah yang telah diseleksi dari total 50 makalah. Makalah yang dipresentasikan berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembang teknologi penerbangan, UAV, satelit, dan roket.

“Seminar ini dihadiri 5 negara serta diikuti berbagai instansi dalam negeri, universitas dan diliput oleh berbagai media nasional.” terang Dr. Heri Budi Wibowo, Ketua panitia ISAST III selang pelaksanaan seminar interternasional di Grand Inna Kuta, Bali, (27-29/10).

Heri menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menghasilkan beberapa komitmen kerja sama antara LAPAN, Universitas Udayana Bali, Universitas Brawijaya, Konkuk University Korea, dan Chiba University Jepang. Tahun depan, ISAST ke-4 pada 2016 akan diselenggarakan di Senggigi, Lombok. Sementara itu, ISAST berikutnya ke-5 pada 2017 akan diselenggarakan di Jepang.

“Dicapai juga kesepakatan dengan Prof. Josaphat Tetuko S.S, Ph.D dari Chiba University Japan untuk lebih membawa ISAST ke skala internasional. Selanjutnya, akan dibuat kolaborasi penyelenggaraan seminar bersama Chiba University di Jepang dimana pembiayaan akan didukung oleh kemenristekdikti,” tambah Heri.

Kepala Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Gunawan Setyo Prabowo menjelaskan, “penyelenggaraan ISAST ini merupakan upaya untuk mengangkat hasil penelitian dan mempublikasikannya pada level internasional. Ini sesuai dengan cita-cita dan visi LAPAN untuk menuju pusat unggulan dan mendiseminasikan hasil-hasil penelitian ke level internasional. Selain itu, kegiatan ini juga untuk membangun kolaborasi penelitian dengan para peneliti internasional. Di masa depan, ISAST akan dipromosikan melalui APRSAF agar komunitas teknologi penerbangan dan antariksa di lingkup Asia Pasifik dapat berpartisipasi.”

Acara dihadiri 106 peserta dari luar dan dalam negeri antara lain Indonesia, Jepang, Inggris, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh staf ahli Menristekdikti Bidang Infrastruktur Hari Purwanto, dan Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ketut Suastika.