Berita Terbaru

Teknologi Pustekbang

Kegiatan Pustekbang


Pesawat N219 Lambang Kebangkitan Teknologi Penerbangan Nasional
Penulis Berita : Humas/SA, PPES • Fotografer : PPES • 10 Dec 2015 • Dibaca : 3318 x ,

Pemecahan kendi oleh Menkopolhukam sebagai tanda peresmian penampilan perdana pesawat transport nasional n219

Pesawat N250 yang batal mengudara di tahun 2000 serta kritikan DPR akan nama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) justru menumbuhkan semangat baru bagi LAPAN untuk membangun industri penerbangan nasional. Sejak tahun itu dimulailah diskusi antar instansi pemerintah, disusul dengan seminar serta pengujian awal pesawat perintis fasilitasnya di PTDI dan BPPT.

Terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2008 Tentang Kebijakan Industri Nasional yang didalamnya disebutkan "Mengembangkan PT. Dirgantara Indonesia sebagai pusat produksi dan litbang dan Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) sebagai pusat R & D produk kedirgantaraan" menjadi tonggak awal semangat baru dirintisnya pengembangan pesawat kapasitas 19 penumpang N219.

Penampilan Perdana Pesawat N219


Pesawat N219 merupakan hasil kerja sama LAPAN dengan PT. Dirgantara Indonesia yang sepenuhnya murni dikembangkan oleh insinyur Indonesia tanpa melibatkan seorangpun konsultan asing. “Teknik rancang bangun sudah modern, computerized, semua dirancang dan digambar secara digital, akurasinya terjaga. N219 menjadi tonggak sejarah. Kalau kita sebut terbang perdana N250 sebagai hari kebangkitan teknologi nasional, maka N219 ini menjadi pertanda kebangkitan kembali teknologi khususnya teknologi penerbangan,” terang Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin dalam sambutannya menjelang prosesi penampilan perdana pesawat transport nasional N219, Kamis (10/12).

Pidato Presiden Republik Indonesia

Mewakili Presiden RI, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan hadir untuk memberikan apresiasi terhadap putra putri terbaik bangsa Indonesia yang telah membantu mewujudkan kemandirian nasional di bidang teknologi penerbangan.

Senada dengan Thomas, dalam sambutannya Luhut menilai Indonesia butuh solusi konektivitas yang bisa menyatukan puluhan ribu pulau nusantara. Moda transportasi angkutan udara menjadi salah satu solusi konektivitas yang Indonesia butuhkan, terutama untuk daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau melalui laut dan darat.

Menurut Luhut, selama ini memang sudah ada pesawat terbang jenis Twin Otter dengan kapasitas 9 sampai 20 orang yang menjangkau daerah-daerah terpencil seperti di Indonesia timur. Namun jumlah armadanya masih terbatas, sudah berumur dan sudah melewati masa laik terbang. Pesawat multifungsi N219, Luhut menambahkan, adalah produk Indonesia dan untuk Indonesia.

“Karena itu saya menyambut baik usaha pengembangan pesawat N219 oleh industri penerbangan dalam negeri. Kita harapkan langkah tersebut mempercepat konektivitas yang menghubungkan nusantara dan memperkuat visi kita ke depan yaitu visi kompetisi,” Luhut menegaskan.

Luhut tak lupa meminta kepada semua pihak agar pengembangan N219 diperhatikan dengan cermat dan didorong terus penyempurnaannya. Ia mengimbau Menteri Perhubungan agar terus berkoordinasi dengan PT. DI untuk memastikan bahwa pesawat N219 akan bisa beroperasi dengan baik dan aman.

“Dari berbagai penyempurnaan, saya ingin melihat nantinya industri transportasi udara Indonesia dapat pula menghasilkan pesawat-pesawat untuk kebutuhan pasar dunia,” ujar Luhut.

Keunggulan Pesawat Transport Nasional N219

Rancang bangun pesawat N219 disesuaikan dengan kondisi dan fasilitas bandar udara di daerah terpencil di Indonesia dengan tetap memperhatikan aspek efisiensi dan harga yang bersaing. Pesawat ini juga dapat dioperasikan pada daerah dengan kondisi awan yang sulit maupun landasan tak beraspal di wilayah pegunungan dan kepulauan. Pesawat ini mampu lepas landas dan mendarat pada landasan yang pendek dengan stabilitas tinggi dan dinilai tepat untuk bandara di daerah terpencil Indonesia dengan lahan yang tidak luas. Struktur pesawat juga didesain agar dapat membawa bahan bakar yang lebih banyak dibandingkan dengan pesawat lain sekelasnya, mengingat tidak semua bandara di daerah terpencil punya fasilitas pengisian bahan bakar.

Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Teknologi Penerbangan
Jl. Raya LAPAN Rumpin Bogor Jawa Barat
Telepon (021) 75790383 Fax. 75790383

 
my widget for counting
Visitors
© 2020 - Pusat Teknologi Penerbangan