Berita Terbaru

Teknologi Pustekbang

Kegiatan Pustekbang


Sosialisasi Gerhana Matahari Total di Pustekbang
Penulis Berita : Tim Diseminasi Pustekbang • Fotografer : PPES • 25 Feb 2016 • Dibaca : 3867 x ,

Pustekbang bekerjasama dengan Pussainsa menyelenggarakan sosialisasi Gerhana Matahari Total (GMT) untuk pelajar tingkat SD sampai dengan SLTA di lingkungan Rumpin dan sekitarnya Kamis (25/02).

"Gerhana Matahari Total pada 9 Maret 2016 akan menjadi momen langka dan unik karena fenomena alam ini hanya terjadi di beberapa wilayah di Indonesia", terang Kepala Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN Gunawan S. Prabowo.

Kepala Pustekbang menambahkan, fenomena alam ini sayang untuk dilewatkan karena Gerhana Matahari Total yang melintasi daratan Indonesia ini hanya akan terjadi beberapa puluh tahun sekali dan berlangsung selama beberapa menit saja. Durasi waktu total (gerhana matahari) itu bervariasi, di Indonesia panjang atau durasi totalnya 1 sampai hampir 3 menit.

Selanjutnya, sebelum acara sosialisasi GMT, didahului dengan pemaparan profile Pustekbang oleh Kepala Bidang Diseminasi Agus Bayu Utama kepada para pelajar. Secara umum, diterangkan tentang struktur organisasi dan kompetensi Pustekbang yang meliputi bidang aerodinamika, aerostruktur, avionik, propulsi dalam melakukan rancang bangun pesawat berawak dan pesawat tanpa awak.

Gerhana Matahari Total (GMT) 2016

Gerhana merupakan peristiwa astronomis ketika sebuah objek menghalangi pandangan ke objek lainnya. Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi karena bulan melintas tepat di antara Bumi dan Matahari. Kejadian ini mengakibatkan bayangan bulan akan jatuh di permukaan Bumi. Daerah yang berada di dalam bayangan Bulan akan mengalami gerhana.

"Berdasarkan jatuhnya bayangan dan jarak bulan ke bumi saat peristiwa ini terjadi, ada empat jenis gerhana matahari yang bisa terjadi, yaitu total, sebagian, annular, dan hybrid. Nah, yang bakal terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada 9 Maret nanti adalah Gerhana Matahari Total (GMT) yang sangat jarang terjadi", terang peneliti LAPAN Pussainsa Abdul Rachman.

Bagi Indonesia, GMT ini adalah yang kedua sejak 11 Juni 1983 dan diperkirakan baru akan terjadi lagi pada 2023. Gerhana dengan durasi sekitar 1-3 menit tersebut akan melintasi 12 provinsi di Indonesia, di antaranya Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Daerah lain di Indonesia masih bisa menyaksikan gerhana, namun tidak akan terlihat total seperti di 12 provinsi tersebut. Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 07.20 WIB, 08.33 WITA, dan 09.50 WIT. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Indonesia menjadi tempat yang unik untuk melihat fenomena alam GMT, tambah Abdul Rachman.

Sosialisasi ini menjelaskan pula bahaya melihat matahari secara langsung serta cara melihat secara benar ketika menjelang dan sesudah terjadinya Gerhana Matahari Total. Tanya jawab disertai doorprize menjadi acara yang melengkapi sosialisasi ini. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada siswa terkait fenomena alam, antariksa, dan juga pengenalan litbangyasa penerbangan Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Teknologi Penerbangan
Jl. Raya LAPAN Rumpin Bogor Jawa Barat
Telepon (021) 75790383 Fax. 75790383

 
my widget for counting
Visitors
© 2020 - Pusat Teknologi Penerbangan