Berita Terbaru

Teknologi Pustekbang

Kegiatan Pustekbang


Melalui Capacity Building Pustekbang Siap Sukseskan Visi Presiden 2019-2024
Penulis Berita : TriWid • Fotografer : TriWid • 12 Dec 2019 • Dibaca : 175 x ,

Berlokasi di Vila Athalia Resort, Cisarua Bogor pada tanggal 12-13 Desember 2019 Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN menyelenggarakan kegiatan Capacity Building untuk seluruh karyawannya. Dengan mengangkat tema “Membangun SDM yang Unggul Menuju Pusat Penerbangan Yang Produktif dan Melayani”, Pustekbang LAPAN ikut mendukung Motto utama LAPAN yaitu, “LAPAN Unggul Indonesia Maju, LAPAN Melayani Indonesia Mandiri”. Rangkaian kegiatan capacity building yang dilaksanakan meliputi outbond, paparan program Pustekbang tahun 2020, dan pembekalan dari motivator.

Kegiatan outbond yang dilaksanakan pada hari pertama, mulai dari pukul 09.30 Wib. sampai dengan pukul 16.00 Wib. meliputi sejumlah permainan yang berorientasi membangun semangat, kekompakan dan kerjasama kelompok. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh karyawan Pustekbang ini berlangsung cukup seru dan menyenangkan bagi seluruh karyawan.

Di malam harinya, pada sesi pembukaan Capacity Building, Kapustekbang, Drs. Gunawan S. Prabowo, M.T, menyerahkan apresiasi kepada tiga orang Purnabakti Pustekbang tahun 2019, yaitu Widada, Suharja, Dede Andhika P., serta dua orang calon Purnabakti Pustekbang tahun 2020 yaitu Teguh Pandoyo dan Eko Budi Purwanto. Dalam kesempatan tersebut, kepada para purnabakti dan calon purnabakti Kapustekbang menyampaikan terimakasih atas segala sumbangsih serta dharma bakti yang telah mereka berikan kepada negara melalui LAPAN. Beliau berpesan agar para purnabakti tetap terus bersemangat dan terus beraktivitas di masyarakat setelah pensiun dari PNS.

Selanjutnya beliau memaparkan secara sekilas mengenai gambaran program Pustekbang untuk tahun 2020 sampai dengan 5 tahun ke depan, yang mengacu kepada Lima Visi Presiden RI. Beliau mengatakan bahwa sekarang ini LAPAN, BPPT, Kemenristek, Kemenperin dan semua kementerian tidak boleh mempunyai visi, yang punya visi hanya Presiden. Maka semua pegawai negeri visinya cuma satu yaitu visinya Presiden. Maka kita harus menyesuaikan pekerjaan kita dengan visinya Presiden. Kelima visi Presiden untuk 2019-2024 itu diantaranya, satu, tentang infrastruktur, kedua tentang pembangunan SDM, ketiga investasi harus diundang seluas-luasnya untuk membuka lapangan kerja, keempat terkait dengan reformasi birokrasi dan kelima terkait dengan APBN yang fokus dan tepat sasaran.

Jadi program-program kita pada tahun 2020, mestinya nanti mengacu pada visi Presiden. Alhamdulilah pada tahun-tahun terakhir proyek kita tahun 2014-2019, kita sudah menabung banyak hal, termasuk program-program nasional, sehingga kita bisa menghubungkan program-program kita dengan visi Presiden, jadi tidak sulit. Kemarin beberapa lembaga masih kesulitan menyesuaikan program-program yang telah dicapai dengan visinya Presiden. Terutama lembaga riset yang melakukan penelitian-penelitian dasar dengan tingkat TRL yang rendah, sehingga mereka kesulitan menyesuaikan dengan visinya Presiden.

Alhamdulillah spread penelitian kita agak lebar, contohnya saja program N219, meskipun kita tidak meneliti sejak awal, namun kita sebagai owner program bekerjasama dengan industri (PTDI). Termasuk program N219 Amphibi langsung bisa menjawab visi Presiden yang pertama, tentang pembangunan infrastruktur, sehingga program N219 Amphibi langsung masuk dalam program Prioritas Riset Nasional (PRN). Kemudian kita juga sudah mengerjakan program LSA-02 Flying Unmanned langsung masuk dari bagian infrastruktur, dan kalau itu kita turunkan ke industri, maka menjadi bagian dari penguatan industri, yang sesuai dengan visi Presiden yang ketiga.

Beliau juga bersyukur karena Pustekbang juga diamanahi pembangunan Lab DO 160, ini juga langsung berhubungan dengan visi Presiden yang ketiga, kaitannya dengan menumbuhkan industri kecil. Karena Lab Do 160 ini nantinya akan mensupport industri kecil yang terkait dengan komponen pesawat terbang. Kita juga alhamdulillah juga bisa membangun akses landasan. Ini juga tak lepas dari bagaimana upaya kita menumbuhkan industri kecil yang kaitannya dengan kebandaraan. Alhamdulillah semua proyek-proyek besar kita telah sesuai dengan visi Presiden Jokowi. Karena sekarang semua proyek itu kalau tidak sesuai dengan visi Presiden hanya akan dibiayai kurang lebih sebesar 10-20% saja. Di RAKL tahun 2020-2024, itu semua proyek berkaitan langsung dengan program prioritas nasional. Delapan puluh prosen anggaran Pustekbang telah berkaitan langsung dengan visi Presiden, kalau tidak langsung berkaitan hanya akan dibiayai 10-20% saja.

Kapustekbang juga menjelaskan bahwa akan ada perubahan besar di tahun 2020, Kasatker bukan lagi sebagai KPA. KPAnya langsung Kepala LAPAN, dan Pengguna Anggarannya adalah Menristek. Jadi kalau ada revisi DIPA harus diurus ke Menteri. Demikian juga revisi POK harus diurus ke Kepala LAPAN. Intinya tahun depan itu kita harus membuat perencanaan yang lebih bagus, dan proyek-proyek kita juga harus kerjasama dengan pihak-pihak lain.

Beliau juga menyampaikan bahwa program yang telah dilaksanakan Pustekbang telah terkait atau terhubung dengan beberapa amanah pemerintah. Pertama, amanah UU Keantariksaan, kemudian arahan dari Menristek. Ada beberapa arahan dari Menristek kepada LAPAN tentang apa-apa yang harus dikerjakan, yaitu mengerjakan pesawat terbang berawak termasuk R80, kemudian masalah drone, bandar antariksa, roket dan satelit. Kemudian kita juga diminta untuk menggali sumber pendanaan bukan hanya dari APBN, tetapi dari swasta. Karena itu tahun depan apron dan hanggar kita akan kita sewakan ke swasta. Nah dari uang sewa itu 85% nya bisa kita pakai untuk membiayai penelitian yang sifatnya lokal. Sehingga penelitian-penelitian besar akan dibiayai oleh negara melalui PRN, dan untuk penelitian yang lokal diminta mencari pendanaan sendiri, caranya dengan memberdayakan apa-apa yang kita punya, aset bisa, sejumlah patent, dan lab DO 160 yang kita miliki. Kalau penelitian yang lokal-lokal tersebut telah berhasil dan skalanya diperbesar, maka bisa dibiayai oleh negara. Perubahan besar itu akan berlangsung sampai tahun 2024.

Kemudian pada tahun depan sampai tahun 2024 kita akan melaksanakan 4 program. Dimana 2 program merupakan Program Riset Nasional (PRN), dan 2 program lagi merupakan Program Prioritas Lokal (PRL). Dua PRN kita meliputi program N-219 Ampibi, dan program Test Bench Mission System For (MALE) UAV. Kemudian 2 program PRL kita yaitu Program Pemanfaatan Fasilitas dan Layanan Teknologi, dan Program Pengembangan Laboratorium DO-160 Untuk Pengembangan Komponen Pesawat Terbang.

Untuk PRN pertama, yaitu Pesawat N219 Ampibi, kita mentargetkan 1 prototype N219A certified, 1 prototype Float Seplane. Kemudian program PRN yang kedua, Test Bench Mission System For (MALE) UAV, dengan target 1 Test Bench System Fly By Wire (Flatform dan System), 1 Prototype SAR Payload, dan 1 Prototype Satcom For MALE.

Beliau menyampaikan bahwa untuk pertemuan selanjutnya Pustekbang akan melaksanakan rapat kerja untuk menyusun Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tahun 2020. Kegiatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada awal Januari 2020. (tw)

Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Teknologi Penerbangan
Jl. Raya LAPAN Rumpin Bogor Jawa Barat
Telepon (021) 75790383 Fax. 75790383

 
my widget for counting
Visitors
© 2017 - Pusat Teknologi Penerbangan