Berita Terbaru

Teknologi Pustekbang

Kegiatan Pustekbang


N219Amphibi Siap Dukung Wisata Bahari dan Penerbangan Perintis Indonesia
Penulis Berita : TriWid • Fotografer : TriWid • 14 Jan 2020 • Dibaca : 213 x ,

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin membuka Focus Group Discussion (FGD) Kickoff Program Prioritas Riset Nasional (PRN) Pengembangan Pesawat N219 Amphibi di Ruang Antariksa Lt. 4 Kantor Pusat LAPAN, Jakarta (14/1/2020). “Indonesia membutuhkan moda transportasi yang cepat dan efisien dalam mendukung destinasi wisata khususnya untuk konektivitas pulau-pulau kecil. Pesatnya pembangunan bandara dibeberapa daerah dirasakan masih kurang dan belum bisa mewadahi daerah yang lokasinya sempit dan konturnya tidak memungkinkan. Untuk itu, pesawat Amphibi bisa menjadi pilihan untuk menjangkau daerah-daerah tersebut”, jelas Kepala LAPAN.

Prof Thomas juga menyampaikan mengenai Pesawat N219 yang merupakan Program Prioritas Riset Nasional (PRN). Program pesawat transportasi nasional ini nantinya tidak akan ada duplikasi baik penelitian dan pengembangannya. Untuk Pesawat N219 Amphibi (N219A), Prof Thomas berharap ada sinergi yang lebih luas agar semua potensi nasional bisa dimanfaatkan dan pola penganggaran tidak terkotak-kotak (sektoral) sehingga penggunaan anggaran lebih efisien dan dapat ditingkatkan.

“Forum tingkat tinggi selevel Dewan Penerbangan Republik Indonesia (DEPANRI) perlu diadakan lagi pasca dihapus pada tahun 2015 lalu, seperti halnya Komite Kebijakan Industri Pertahanan Indonesia (KKIP). LAPAN saat ini sudah mengusulkan kepada Presiden RI tentang pembentukkan Komite Kebijakan Penerbangan,” Ujar Thomas.

Sementara itu, Kepala Pusat teknologi Penerbangan (Pustekbang) LAPAN, Gunawan Setyo Prabowo dalam paparannya menyebutkan pesawat N219A bisa difungsikan sebagai penerbangan perintis khususnya di daerah seperti pegunungan, pesisir pantai, danau dan daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Gunawan juga menjelaskan bahwa program N219 dikerjakan oleh SDM serta Insinyur muda yang memiliki pengalaman, dan juga melibatkan industri komponen dalam negeri.

Asia Pasifik merupakan pangsa pasar pesawat amfibi yang sangat bagus karena letak geografisnya yang didomininasi oleh negara kepulauan. Pesawat amphibi memiliki isu-isu berbeda dalam pengembangannya dibanding dengan pesawat pada umumnya. Berbagai tahap pengkajian seperti floating landing gear, trainning pilot, sertifikasi, dan suku cadang akan segera dipersiapkan dengan baik.

Berbagai pihak turut hadir dalam FGD ini antara lain PT. Dirgantara Indonesia (Persero) yang memaparkan mengenai kesiapaannya sebagai fabrikasi, BPPT sebagai fasilitas uji, Kementerian Perhubungan sebagai regulator penerbangan, Airfast sebagai operator dan perawatan pesawat amphibi, serta pemanfaatan pesawat amphibi untuk pertumbuhan ekonomi daerah oleh Dinas Perhubungan Provinsi Riau (tw)

Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
Pusat Teknologi Penerbangan
Jl. Raya LAPAN Rumpin Bogor Jawa Barat
Telepon (021) 75790383 Fax. 75790383

 
my widget for counting
Visitors
© 2017 - Pusat Teknologi Penerbangan