LSU Petakan Garis Pantai Jawa Sepanjang 300 km Bersama BIG
By admin, 29 Mar 2016
Dalam rangka mendukung program pemetaan garis pantai untuk mendukung pengumpulan data bagi pemetaan garis pantai dan update territorial. LAPAN Surveillance UAV melakukan pemotretan garis pantai diwilayah Yogyakarta dan Pacitan Sepanjang 300 km.

Kegiatan ini merupakan implementasi teknis penggunaan Drone/UAV untuk memetakan garis pantai, menentukan garis pantai sekaligus memetakan kondisi wilayah pantai Indonesia. Penggunaan UAV sebagai alat merupakan hal yang strategis mengingat pemetaan garis pantai sangat unik, terutama dari sisi waktu pemetaan yang sangat khusus mengingat waktu pasang dan waktu surut pantai tidak sinkron dengan waktu orbit satelit, sehingga penggunaan data satelit sangat kecil kemungkinan digunakan. Sementara jika menggunakan manual sangat beresiko dan memerlukan waktu yang lama.

Setelah melakukan serangkaian uji coba penggunaan LSU untuk hal ini pada tahun 2015, dan hasilnya telah diuji dan didiskusikan, maka penggunaan UAV untuk melakukan pemotretan dan pemetaan dipandang memenuhi persyaratan yang diinginkan oleh BIG.

Garis pantai yang akan dipantau pada tahun ini meliputi sisi utara pulau Irian/Papua, Kepulauan Riau, Sisi utara pulau Jawa (Jawa Timur) hingga sisi selatan pulau jawa (Jawa Timur).

"Pustekbang merasa senang dengan kegiatan ini, karena satu lagi aplikasi yang berguna dapat dijalankan oleh pesawat tanpa awak LSU", demikian Gunawan S. Prabowo, Kapustekbang.

"Saat ini, serial LSU (LSU02, LSU03) sedang menjalani proses re-development dalam rangka mendapatkan sertifikasi layak dari IMAA (sebagai satu satunya - sementara pemegang otoritas kelaikan terbang UAV di Indonesia)", tambah Kapustekbang.

Dengan sertifikasi ini maka LSU akan menjadi pesawat tanpa awak ke 2 di Indonesia  (setelah Wulung yang diproduksi PT.DI) yang akan mempunyai sertifikasi kelaikan udara.

Kembali ke pemetaan garis pantai, maka metode ini sangat membantu BIG dalam memetakan garis pantai, menentukan luas wilayah territorial NKRI dan sekaligus menguji keandalan LSU dalam aplikasi yang lebih luas.