Sumpah PNS dan Pelantikan Fungsional Untuk Membangun Birokrasi Yang Profesional
By abdulaziz, 13 Jul 2020
Masih dalam suasana new normal pada Senin (13/07/20) dilaksanakan pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pelantikan Pejabat Fungsional di lingkungan Kedeputian Teknologi Penerbangan dan Antariksa.

Pengambilan sumpah dan pelantikan yang dipimpin Deputi Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Rika Andiarti dipusatkan di Aula Garuda, Pusat Teknologi Penerbangan. Meskipun dilaksanakan melalui video conference, namun acara tersebut tetap berlangsung dengan khidmat dan lancar.

Dalam kesempatan tersebut ikut hadir Kepala Pusat Teknologi Penerbangan, Gunawan yang juga bertindak sebagai saksi dalam acara tersebut, dan juga para koordinator, peneliti serta perekayasa senior Pustekbang.

Kegiatan pengambilan sumpah/janji PNS yang merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS diikuti oleh 132 orang PNS di lingkungan Kedeputian Teknologi Penerbangan dan Antariksa serta 7 orang pejabat fungsional. Dari jumlah tersebut, termasuk di dalamnya sebanyak 61 orang PNS Pustekbang yang mengikuti sumpah PNS dan 2 orang yang dilantik dalam jabatan fungsional.

Usai pengambilan sumpah dan pelantikan fungsional, Deputi Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Rika Andiarti menyampaikan selamat kepada seluruh PNS dan Pejabat Fungsional yang telah diambil sumpah dan janjinya.

Pada sambutannya beliau menyampaikan mengenai program besar reformasi birokrasi yang tujuan atau targetnya untuk membangun birokrasi kelas dunia yaitu birokrasi yang profesional yang ditargetkan tercapai pada tahun 2024. Menurut beliau, karakteristik dari birokrasi yang profesional itu hampir semuanya telah ada dalam sumpah janji yang telah diucapkan tersebut.

Karakter yang pertama yaitu Integritas, untuk itu diharapkan semua tindakan yang dilakukan PNS harus berdasarkan pada nilai-nilai dan norma-norma yang telah disepakati. Karakteristik yang kedua, berkinerja tinggi, sebagai wujud SDM yang profesional, baik itu dalam kondisi Work From Home (WFH), Work From Office (WFO) ataupun Work From Anywhere (WFA), tetap harus berkinerja tinggi. Tentunya inovasi kinerja sangat diperlukan dalam situasi pandemi seperti ini. Karakteristik yang ketiga, yaitu memberikan pelayanan publik secara prima kepada masyarakat dan para stakeholder yang membutuhkan kita. Kemudian karakter yang lain, yaitu PNS harus sejahtera, dimana hal tersebut telah dan terus akan diperbaiki oleh pemerintah kita. Untuk itu kita semua juga dituntut untuk memiliki karakter yang terbebas dari praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Disamping itu beliau juga menyampaikan bahwa dalam rangka reformasi birokrasi, telah ada aturan dari Kepala BKN yang akan melaksanakan pengukuran Indeks Profesionalitas ASN. Yang diukur meliputi Kualifikasi Pendidikan (25%), Kompetensi (40%), Kinerja (30%), dan yang terakhir yaitu Disiplin, yang bobotnya sebesar 5%. Dari hasil pengukuran tersebut akan diperoleh klasifikasi tingkat profesionalitas dari masing-masing ASN. (tw)