LAPAN Sosialisasikan Teknologi Drone Pertanian Presisi Di Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara
By abdulaziz, 17 Sep 2020
Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, laksanakan giat Sosialisasi dan Demo Drone Precission Farming atau Pengenalan Teknologi Drone untuk Aplikasi Pertanian Presisi di Pendopo Bukit Inspirasi, dan dilanjutkan ke lahan pertanian bawang merah di desa Sirisi-risi (17/09/20).

Acara yang dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Augus Panuturi Marbun, M.Si, mewakili Bupati Humbang Hasundutan ini dihadiri oleh beberapa pimpinan OPD, PPL, PPS, dan Kelompok Tani. Dalam sambutannya Augus Marbun mengatakan, “Bupati sangat mengapresiasi penerapan teknologi maju, khususnya dalam bidang pertanian. Melalui penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga saat penyemprotan pupuk, pestisida, maupun herbisida.

Kegiatan sosialisasi Drone Precission Farming, diawali pengantar dari PIC Humas dan Kerjasama Pustekbang, Tri Widodo, S.Sos., M.H, serta pengenalan mengenai kegiatan litbangyasa yang dikembangkan Pustekbang saat ini, termasuk pengembangan varian Lapan Surveillance Uav (LSU), serta latar belakang pengembangan Drone Precission Farming (DFP).

Pada presentasi berikutnya, Adi Wirawan, S.Si., M.T, selaku Group Leader DFP LAPAN menjelaskan bahwa DFP tidak hanya berfungsi untuk penyemprotan pupuk pestisida atau herbisida. Teknologi drone jenis ini juga dapat difungsikan untuk melakukan analisis tanah dan lapangan, penanaman, penilaian kesuburan tanah, pemetaan manajemen irigasi, dan pemantauan kemajuan tanaman.

Dalam kesempatan tersebut. Ketua TP PKK Humbang Hasundutan, Ny. Lidya Dosmar Banjarnahor, yang sebelumnya juga bekerja di LAPAN sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi dan demo Drone Precission Farming ini, dan beliaupun berharap teknologi ini dapat diterapkan secepatnya untuk mendukung pengembangan pertanian holtikultura yang menjadi prioritas di Humbang Hasundutan yaitu bawang merah, bawang putih dan kentang.

Animo peserta sosialisasi cukup tinggi, ditandai dengan munculnya sejumlah pertanyaan terkait kemampuan dari drone sampai dengan berapa harga per unitnya. Kegiatan sore itu diakhiri dengan demo DFP, dengan melakukan penyemprotan pupuk cair pada lahan tanaman bawang merah di desa Sirisi-risi, Dolok Sanggul. (tw)