Drone Pertanian Presisi LAPAN Tampil Dalam Program SMK MBangun Desa di Tegal
By abdulaziz, 10 Oct 2020
(10/10) Drone Pertanian Presisi (Drone Precission Farming) LAPAN tampil dalam Implementasi program “SMK Mbangun Desa” yang diprakarsai oleh Kementerian Desa bekerjasama dengan Pemerintah Desa Kepandean, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Program SMK Mbangun Desa ini merupakan terobosan positif dari pemerintah untuk mendorong pertumbuhan perekonomian yang dimulai dari desa. Dalam operasionalnya Pemerintah Desa akan berkolaborasi bersama Sekolah Menengah Kejuruan yang ada di daerahnya. Hal ini sesuai dengan Inpres nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

Acara Peluncuran Program Implementasi SMK Mbangun Desa di Balai Desa Kepandean, Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, diawali oleh sambutan dari Kepala Desa Kepandean, Wastedjo. Beliau sangat mengapresiasi program SMK Mbangun Desa ini, karena melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat desanya. Selain itu beliau juga menyampaikan terimakasih kepada mitra yang telah mendukung kegiatan ini yaitu SMK Astrindo, LAPAN dan PT. Garuda Food.

Kemudian, Perwakilan Kecamatan Dukuhturi, Kota Tegal, Wihartono menyampaikan bahwa Implementasi Program SMK Mbangun Desa mendukung program pemerintah sebagaimana diatur dalam Permendes No 6 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa. Program ini dapat meningkatkan pembangunan nasional melalui pembangunan desa. Potensi desa pun dapat berkembang sehingga dapat menekan angka urbanisasi.

Sejurus kemudian, mewakili Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Tri Widodo S.Sos menyampaikan bahwa LAPAN sebagai lembaga riset pemerintah juga mengapresiasi dan mendorong implementasi program SMK Mbangun Desa ini melalui dukungan teknologinya. LAPAN akan mengaplikasikan teknologi Drone Pertanian Presisi (Drone Precission Farming) di area pertanian kacang tanah yang akan dikerjasamakan bersama oleh Desa, SMK Astrindo dan PT. Garuda Food di Desa Kepandean, Dukuhturi, Tegal.

Berikutnya, perwakilan PT Garuda Food menyampaikan bahwa kerja sama ini dapat dijadikan landasan dalam kegiatan suplai bahan baku untuk kegiatan produksi kami terutama kacang tanah kupas, karena 95% suplai kacang kupas berasal dari import. Sebagai acara puncak, dilakukan demo penggunaan drone farming untuk penyemprotan lahan pertanian di sekitar kantor balai desa Kepandean, dan dilanjutkan dengan diskusi bersama petani mengenai teknis penggunaan dan efektifitasnya terhadap kesuburan tanaman. (tw)