Wisuda Pilot Pertama Pusat Teknologi Penerbangan
By agung, 19 Jun 2015

Setelah penantian lama akhirnnya Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) memilliki seorang Pilot yang telah menyelesaikan pendidikan pilot selama enam bulan di Dirgantara Pilot School Tasik (DPST). Wisuda pendidikannya berlangsung di Gedung Klub Eksekutif Persada, Halim Perdanakusuma, Kamis (11/6).

Dalam wisuda tersebut, Febri memperoleh sertifikat Private Pilote License (PPL). Sertifikat tersebut merupakan izin terbang yang digunakan khusus untuk penerbangan pribadi atau menerbangkan pesawat tanpa dipungut bayaran. Dalam CASR (Civil Aviation Safety Regulation), syarat minimum untuk dapat menyelesaikan pendidikan PPL adalah 40 jam terbang. Setiap sekolah penerbangan memiliki TPM (Training Procedure Manual) masing-masing, ada yang 48 jam terbang hingga 60 jam terbang. Untuk febri sendiri telah mendapatkan Pilot License setelah menempuh 55 jam terbang dan 10 jam simulator di FMX (Redbird Fligt Simulator). Dan dengan sertifikat tersebut seorang pilot sudah bisa menerbangkan pesawat dengan tipe single engine land.

Febri sendiri sudah memiliki rating Cesna 172S dengan total ground school 200 jam. Rencana kedepannya febri akan melanjutkan pendidikan pilotnya untuk mendapatkan sertifikat CPL, IR+ME (Commercial Pilot License, Instrument Rating + Multi Engine Rating) sebagai salah satu syarat menuju sekolah ‘Test Pilot’. Syarat selanjutnya febri harus memiliki 1500 jam terbang dengan qualifikasi ATPL (Air Transport Pilot License).

Pustekbang ingin memiliki seorang test pilot guna menunjang program-program penelitian dan kerekayasaan di dunia penerbangan. Termasuk program yang sedang dilaksanakan saat ini yaitu program Pengembangan Pesawat Transport Nasional N219. N219 merupakan pesawat transportasi berkapasitas 19 penumpang. Nantinya pesawat ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan transportasi pesawat perintis yang dapat digunakan di daerah terpencil dan pulau-pulau kecil.